Pemuda FKPP Geruduk DPRD Prabumulih, Ketua Deni Victoria Turun Langsung Temui Massa

PRABUMULIH, – Suasana depan Gedung DPRD Kota Prabumulih tampak berbeda dari biasanya. Puluhan pemuda yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pemuda Prabumulih (FKPP) menggelar aksi unjuk rasa secara damai. , Rabu (03/09/2025)

Aksi ini menyoroti sejumlah isu penting, mulai dari pemberantasan korupsi, transparansi anggaran, hingga etika wakil rakyat. Di bawah koordinasi Arthur Kaunang, para peserta aksi datang dengan tertib menggunakan kendaraan motor dan mobil pikap, sambil membentangkan spanduk berisi tuntutan mereka.

“Kami datang bukan untuk membuat keributan, tapi untuk mengingatkan bahwa mereka adalah wakil kami, dan kami ini bos mereka,” tegas Arthur dalam orasinya.

Ia juga menyuarakan beberapa tuntutan, di antaranya mendesak pengesahan UU Perampasan Aset Koruptor, penolakan RUU KUHAP, penghapusan tunjangan DPR, serta dorongan agar DPRD meningkatkan transparansi dan menjaga etika publik.

Bacaan Lainnya

Aksi yang berlangsung kondusif ini mendapat perhatian langsung dari pimpinan DPRD Kota Prabumulih. Ketua DPRD H. Deni Victoria, S.H., M.Si., didampingi Wakil Ketua I Aryono, S.T., dan Wakil Ketua II Ir. Dipe Anom, turun langsung menemui massa aksi.

Deni kemudian mengundang perwakilan FKPP untuk berdialog di ruang rapat DPRD. “Kami mengapresiasi rekan-rekan FKPP yang telah menyampaikan aspirasi secara damai dan tertib. Semua masukan akan kami tindaklanjuti sesuai kewenangan kami,” ujar Deni usai pertemuan.

Deni juga menegaskan bahwa aspirasi yang berkaitan dengan kebijakan pusat akan diteruskan ke pemerintah pusat, sedangkan isu lokal akan menjadi bahan evaluasi DPRD agar ke depan lebih transparan dan aspiratif.

Kapolres Prabumulih AKBP Bobby Kusumawardhana, S.H., S.I.K., M.Si., menyebutkan aksi berjalan aman dan kondusif.

“Kami menurunkan sekitar 450 personel gabungan dari Polres, Kodim, Dishub, dan Satpol PP. Syukur, semuanya berjalan lancar tanpa gangguan,” ujarnya.

Aksi damai FKPP ini menjadi contoh positif bagaimana masyarakat dan wakil rakyat dapat berdialog secara terbuka tanpa gesekan, sekaligus memperkuat semangat demokrasi yang sehat di Kota Prabumulih. (*)

Pos terkait