OGAN ILIR – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ogan Ilir menggelar kegiatan jalan sehat sekaligus sosialisasi langsung mengenai promo diskon 50% tambah daya bagi pelanggan 1 fasa semua golongan pada Jumat (17/4). Kegiatan ini mengambil rute mulai dari Kantor PLN UP3 Ogan Ilir di Jalan M. Tamyiz hingga berakhir di kawasan Kampus Universitas Sriwijaya (UNSRI), Indralaya. Aksi yang dilaksanakan pada pagi hari tersebut bertujuan untuk mendekatkan layanan PLN kepada masyarakat luas melalui interaksi langsung di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, Manager PLN UP3 Ogan Ilir, M.A. Hamdatul Rovikoh, memimpin langsung jalannya sosialisasi dengan menyapa warga yang beraktivitas di sepanjang rute jalan sehat. Tim PLN tampak membagikan brosur atau flyer yang berisi rincian promo diskon tambah daya tersebut untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kemudahan akses layanan kelistrikan. Langkah proaktif ini diambil untuk menjangkau pelanggan secara lebih personal, sehingga informasi mengenai keringanan biaya penyambungan listrik dapat tersampaikan dengan jelas dan merata.
“Program promo diskon 50% tambah daya ini adalah komitmen kami untuk memberikan solusi kelistrikan yang terjangkau bagi masyarakat. Melalui kegiatan jalan sehat ini, kami ingin memastikan informasi tersebut sampai langsung ke tangan pelanggan. Kami memahami bahwa kebutuhan daya listrik terus meningkat, dan melalui pemberian diskon ini, kami berharap bisa dimanfaatkan bagi warga yang ingin meningkatkan daya listrik di rumahnya. Cukup melalui aplikasi PLN Mobile, permohonan pelanggan akan langsung kami proses dengan cepat”, jelas Manager PLN UP3 Ogan Ilir.
Kegiatan sosialisasi melalui metode door-to-door dan jalan sehat ini efektif dalam membangun komunikasi dua arah antara PLN dan pelanggan di wilayah Ogan Ilir. Dengan adanya promo diskon 50% ini, PLN UP3 Ogan Ilir optimis dapat meningkatkan kepuasan pelanggan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui penyediaan daya listrik yang mencukupi dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
